q-ni6Mce9I1kaW8xRne2uNM5k5Q Jenang Karomah: April 2013

Selasa, 23 April 2013

Tugas Akhir Ketrampilan M2K (Corel Draw)

Corel Draw Foto Kenangan Ketrampilan Man 2 Kudus (M2K) 2012/2013
Foto Sobek...

Tugas Akhir Ketrampilan M2K 2012-2013 (Ms. Word


PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
Menjelang diprokalasikannya kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, telah terjadi beberapa peristiwa penting diantaranya
1.         Pemanggilan Tokoh Indonesia ke Dalat, Vietnam
Tanggal 9 Agustus 1945,Marsekal Terauchi, Panglima besar tentara Jepang di Asia Tenggara memanggil Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Dr. Radiman Wedyodiningrat  ke markasnya di Dalat (Saigon). Ia kemudian menyampaikan keputusan pemerintah Jepang untuk memberkan kemerdekaan kepada Indonesia. Keputusan ini dilator belakangi keinginan menarik dukungan dan simpati lebih banyak dari bangsa Indonesia yang saat itu tentara Jepang semakin terdesak oleh sekutu.
Sebenarnya, pertemuan di Dalat tersebut merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia. Akan tetapi, peristiwa ini merupakan pemicu dari terjadinya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda.
2.      Peristiwa Rengasdengklok
Berita peristiwa pemboman kota Hirosima tanggal 6 agustus 1945 dan Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945, di susul menyerahnya Jepang kepada sekutu tanggal 14 Agustus 1945 meskipun ditutup-tutupi, pada akhirnya sampai juga ketelinga para pemuda melalui siaran radio BBC di Bandung. Hal ini memperkuat tekad para pemuda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Setelah mendengar kekalahan Jepang tersebut, tanggal 15 Agustus 1945 para pemuda berkumpul di ruang belakang gedung Bakreriologi, Jalan Pegangsaan Timur no. 13, Jakarta, dibawah pimpinan Chaerul Saleh.  Pertemuan ini membahas kekalahan Jepang dan persiapan kemerdekaan Indonesia. Hasil keputusan adalah bahwa kemerdekaan Indonesia adalah masalah bangsa Indonesia sendiri yang tidak dapat digantungkan pada bangsa lain. Oleh karena itu proklamasi kemerdekaan harus dilakukan oleh bahsa Indonesia sendiri.
Para pemuda segera mengirim utusan (Wikana dan Darwis)  untuk menghadap Ir. Soekarno dan Moh. Hatta guna menyampaikan hasil rapat tersebut. Namun kedua tokoh ini menolah gagasan pemuda tersebut dengan alas an Jepang masih bersenjata lengkap dan mempunyai tugas memelihara status quo sebelum pasukan sekutu dating ke Indonesia. Selain itu Soekarno-Hatta baru akan membicarakan masalah kemerdekaan Indonesia dalam siding PPKI tanggal 16 Agustus 1945.
Wikana dan Darwis melaporkan hasil pembicaraan dengan Soekarno-Hatta kepada para pemuda yang telah berkumpul di Asrama Menteng 31 pada pukul 24.00 wib. Para pemuda tersebut antara lain Chaerul Saleh, Yusuf Kunto, Surachmat, Johan Nur, Singgih, Mandani, Sutrisno, Sampun, Subadio, Kusnandar, Abdurrahman dan Dr. Muward

Setelah para pemuda mendengar hasil laporan tersebut, para pemuda merasa kecewa sehingga suasana rapat menjadi panas. Akhirnya diputuskan perlunya untuk mengamankan Soekarno Hatta keluyar kota yang jauh dari pengaruh Jepang. Persoalan Soekarno Hatta selanjutnya diserahkan kepada Syudanco Singgih dan kawan-kawan dari Peta Jakarta.
NO
PEJUANG
LAHIR
UMUR
TANGGAL
HARI
TAHUN
BULAN
MINGGU
HARI
1
Ana
12/01/90
Sabtu
19
228
912
6,639
2
Ani
08/17/45
Jumat
64
768
3,072
22,943
3
Anu
09/12/50
Selasa
59
708
2,832
21,118
          Dalam melaksanakan tugasnya, Syudanco Singgih didampingi Sukarni dan Yusuf Kunto. Menurut singgih Soekarno-Hatta akan dibawa ke Rengasdengklok sebagai temapat untuk mengamankan Soekarno-Hatta dengan alasan :
v  Rengasdengklok dilatarbelakangi laut Jawa, sehingga jika ada serangan dari tentara Jepang dapat segera pergi melalui laut, daerah sekitar Rengasdengklok, di Purwakarta, Cilamaya (barat), Kedung Gedeh.